Thursday, May 25, 2017

Chalenge dan Pengingat Diri Untuk Menjadi Pribadi Lebih Baik

📚NICE HOME WORK #2📚

📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝

a. Sebagai individu
- mewajibkan diri membaca buku minimal 30menit sehari
- membiasakan diri menonton/mendengar kajian islam di youtube/radio/TV sambil beraktivitas seperti (nyetrika, di perjalanan d dlm mobil, sambil masak, dll)
- minum air putih minimal 2 liter sehari
- shalat 5 waktu
- menjaga makan sehat (mulai mengurangi makan makanan pabrikan, makanan manis dan makan diluar. Cheating day seminggu sekali)
- melakukan perawatan diri setiap hari (serum, sunblock, eyecream, moisturizer wajib setiap hari,maskeran seminggu 2x, luluran 2-4 minggu sekali)
- membaca Al-Qur'an dan terjemahan minimal 1 lembar / hari
- belajar nyetir mobil  dgn suami hingga 4x seminggu selama bulan ramadhan. Tujuan ini agar sy lbh mandiri.

b. Sebagai istri
- ngga ngomel2, berbicara yg baik kpd suami
- menemani suami melakukan hobinya
- memasak setiap hari untuk suami kecuali dalam kondisi saya sedang tdk fit atau ada acara diluar maka masak libur
- bercerita dan berdiskusi setiap malam sebelum tidur minimal 30menit setiap hari

c. Sebagai ibu
- membacakan buku kapanpun anak mau, biasanya sebelum tidur anak meminta dibacakan banyak sekali buku. Saya maksimalkan 30 menit  d malam hari, sebelum tidur siang maksimal 30menit buku, selebihnya saya bersedia membacakan buku sesuka anak.
- menemani anak bermain benar2 full perhatian tanpa HP atau pikiran lain minimal 30menit sehari
- membuat agenda harian spesifik untuk menstimulasi anak
- lebih sabar terhadap anak, menggunakan komunikasi efektif, berbicara lebih lembut kpd anak.
- banyak mengajak anak berbicara dan dirutinkan ngobrol setiap kami sedang berdua dan sounding hal baik sebelum tidur
- membuatkan menu yg variatif untuk anak seminggu sekali

Friday, May 19, 2017

Ibu Bahagia


"Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat."

Alhamdulillah.. Atas nikmat Allah dgn diberikan nya petunjuk untuk selalu belajar menjadi lbh dan lbh baik lagi dari waktu ke waktu. Salah satunya adalah memiliki kesempatan dipertemukan dgn orang2, kejadian, dan segala hal yg  menuntun saya untuk semakin menguatkan diri menjadi pribadi yg lbh baik lg dr hari kehari. Saat ini saya memiliki kesempatan untuk belajar di universitas kehidupan nya Allah. Pada hakikatnya saat ini kita berada di univ kehidupan, selama kita hidup, selama itulah kita terus belajar.
Di dalam universitas kehidupan tentunya ada jurusan ilmu yang akan saya tekuni di universitas kehidupan ini, maka jurusan yg akan saya pilih yaitu hal yg paling mendasar namun sangat krusial bagi saya yaitu ilmu

Mengelola Emosi Untuk Menjadi Ibu yg Bahagia.

Emosi seorang ibu merupakan faktor terpenting dalam pendidikan anak, ketika emosi seorang ibu baik maka ibu mampu mendidik anak dengan sebaik2nya. Ibu yg terpenuhi kebutuhan emosi nya maka akan mendidik anak dgn hati yg bahagia dan menjalankan pola asuh yg baik. Karena bagi saya Ibu merupakan jantung nya rumah, sebab ibu merupakan indikator emosi setiap anak nya. Ketika ibu bahagia maka anak pun akan merasakan perasaan bahagia, karena fitrah nya anak mereka mampu untuk mengetahui apa yg dirasakan ibunya. Dan hanya dgn perasaan bahagia lah segala jenis kecerdasan anak bs berkembang dgn baik, krn otk anak hanya berkembng sempurna ketika hatinya lbh banyak bahagia, salah satu penentunya ialah org yg paling banyak berinteraksi dgn mereka yaitu, ibunya.
Saya sadari menjadi ibu tidaklah mudah, menjalankan rutinitas harian 24jam per hari akan sangat menyita waktu, tenaga dan perhatian seorang ibu. Terkadang hal tersebut  membuat ibu merasa jenuh dan membuat emosi ibu menjadi tidak stabil apalagi ketika kebutuhan emosinya tdk terpenuhi sehingga akan sangat mempengaruhi kondisi ibu di rumah ketika menghadapi anak2 dan suaminya. Contohnya ibu menjadi kurang sabaran dan bisa jadi ibu menjadi kasar dlm menghadapi anak2nya, yg mungkin tanpa disadari jg itu merupakan trauma masa lalu karena pola asuh yg kurang baik yg ibu dapatkan dr orangtua nya terdahulu  sehingga ketika ibu dlm kondisi emosi yg tdk stabil, ibu akan mengulang pola asuh yg kurang baik/menurukan emosi negatif yg ia dapatkan dulu kepada anak2nya seperti kekerasan fisik maupun verbal seperti (membandingkan, mengancam, mengkritik, atau menyindir anak).
Maka itulah pentingnya menyadari dan mengelola emosi  sebagai seorang ibu agar kita mampu menjalani peran kita dgn sebaik2nya,  dan dgn perasan yg lbh bahagia akan lbh mudah utk menjalankan pola asuh terbaik kita.

Ada beberapa hal pemenuhan kebutuhan emosi seorang ibu diantaranya :

1. Mendekatkan diri kpd Allah, memperdalam ilmu agama.

2. Komunikasi antara suami istri
Ketika ibu terpenuhi kebutuhan bicara nya , ketika ia merasa didengarkan,ketika ia memiliki teman berdiskusi, bertukar pikiran, dan berbicara apa pun yg menjadi ketertarikan nya. Karena kebutuhan mendasar wanita itu ialah 'berbicara' .
Seperti beberapa buku yg pernah saya baca dan jg banyak penelitian katakan bahwa kebutuhan dasar wanita ialah ketika mereka berbicara dan memiliki pendengar yg baik.
Komunikasi yg baik antara suami dan istri merupakan hal terpenting, dan ketika seorng istri merasa didengarkan itu merupakan bahan bakar yg kuat bagi istri untuk menjalani tugas2nya sbg ibu dan istri yg baik.

3. Aktualisasi diri
Aktualisasi diri seorang ibu memegang peranan cukup penting dlm pemenuhan emosi ibu, ketika ibu dpt melakukan apa yg ia senangi, dan dapat bermanfaat bagi sekitar. Contoh lain nya, Mengikuti komunitas2, menghadiri majelis ilmu.

4. Menyeimbangkan waktu untuk diri sendiri, keluarga, oranglain dan Tuhan nya.

Semoga selanjutnya saya akan lbh bersungguh2 lagi dalam mencari ilmu krn saya sangat menyadari diri ini bkn apa2 tanpa ilmu,dan saya dijauhkan dari perasaan cepat puas dan sombong karena merasa paling tahu, dan saya akan berusaha untuk selalu berbagi ilmu dgn siapa pun, serta mengamalkan nya di kehidupan. Aamiin..